SMA NEGERI 2 BREBES

Jl. Ahmad Yani No.77, Brebes, Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52212, Telp : 0283-671060

"VIDYA DHARMA CISYASANGHA"

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2020 - 2021

Kamis, 28 Mei 2020 ~ Oleh Adi ~ Dilihat 1448 Kali

Berdasarkan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi jawa Tengah No 421/06356 tahun 2020 maka pelaksanaan PPDB diatur sebagai berikut :

A. Jadwal Penerimaan peserta Didik Baru :

No

Kegiatan

Pelaksanaan

Tempat

a.

Penetapan zonasi

Tanggal 14 Mei 2020  

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

b.

Pengumuman PPDB

Tanggal, 8 s.d 13 Juni 2020 

SMA Negeri 2 Brebes (Media Daring dan Cetak)

d.

Pendaftaran Daring/Online

 

Mulai tanggal, 17 Juni 2020   

Pukul 08.00 WIB  Ditutup Tanggal, 25 Juni 2020   

Pukul 16.00 WIB

Daring

 

e.

Evaluasi dan Seleksi

Tanggal,  26 s.d 29 Juni 2020

Daring

e.

Pengumuman Hasil

Seleksi

Tanggal, 30 Juni 2020 selambatnya pukul 23.55 WIB

Daring/Online dan Cetak Di SMA Negeri 2 Brebes

f.

Pendaftaran Ulang

Tanggal, 01 s.d. 08 Juli 2020  

SMA Negeri 2 Brebes

g.

Hari Pertama Masuk sekolah

Tanggal, 13 Juli 2020  

SMA Negeri 2 Brebes

Brosur dapat diunduh di sini https://bit.ly/BROSUR_PPDB2020_SMANDABES 

B.Jalur PPDB SMA


PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut:

1. Jalur Zonasi

  • Zonasi adalah wilayah Desa/Kelurahan dalam jarak terdekat dengan satuan Pendidikan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas berdasarkan usulan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
  • Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud ayat (1) adalah jarak tempuh dari tempat tinggal/domisili calon peserta didik yang dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Desa/Kelurahan calon peserta didik yang bersangkutan menuju ke sekolah.
  • Calon peserta didik yang wajib diterima melalui jalur zonasi paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung, yang dilakukan seleksi berdasarkan jarak tempuh terdekat domisili calon peserta didik yang ditetapkan berdasarkan jarak kantor Desa/ Kelurahan menuju ke Satuan Pendidikan di wilayah zonasinya.
  • Calon peserta didik yang berasal dari satu RW (Rukun Warga) dengan satuan pendidikan, diprioritaskan diterima.
  • Calon Peserta Didik dari Pondok Pesantren, zonasi sekolah mengikuti Desa/ Kelurahan tempat kedudukan Pondok Pesantren.
  • Pengaturan Zonasi ini dikecualikan bagi Inklusi dan Kelas Khusus Olahraga (KKO).

2. Jalur Afirmasi

  • Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19, melakukan pengamatan dan/atau orang dengan kasus Covid-19 yang memiliki risiko tertular Covid-19, calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu, dan calon peserta didik dari panti asuhan.
  • Calon peserta didik yang wajib diterima melalui Jalur Afirmasi paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah.
  • Calon peserta didik yang berasal dari putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19, melakukan pengamatan dan/atau penelusuran kasus Covid-19 dengan kontak langsung pasien dan/atau orang dengan kasus Covid-19 yang memiliki risiko tertular Covid-19 paling banyak 5% (lima persen) dari jumlah daya tampung sekolah pada jalur PPDB Afirmasi.
  • Ketentuan tersebut pada huruf b dapat tidak terpenuhi, apabila jumlah calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur ini kurang dari 15% (lima belas persen) daya tampung
  • Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar dan/atau Kartu Miskin yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah.
  • Selain ketentuan sebagaimana tersebut pada huruf f, peserta didik dari keluarga tidak mampu adalah peserta didik dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) yang bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
  • Calon peserta didik yang berasal dari panti asuhan ditetapkan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
  • Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dispensasi/prioritas langsung diterima dalam PPDB kepada putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19, melakukan pengamatan dan/atau penelusuran kasus Covid-19 dengan kontak langsung pasien dan/ atau orang dengan kasus Covid-19 yang memiliki risiko tertular Covid-19, sepanjang calon peserta didik dimaksud memnuhi ketentuan lain yang dipersyaratkan.
  • Data tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19, melakukan pengamatan dan/atau penelusuran kasus Covid-19 dengan kontak langsung pasien dan/ atau orang dengan kasus Covid-19 yang memiliki risiko tertular Covid-19 sebagaimana dimaksud pada huruf g beserta nama Calon Peserta Didik yang akan mengikuti PPDB bersumber/deitetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berdasarkan rekomendasi berjenjang dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.
  • Khusus calon peserta didik yang merupakan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19, melakukan pengamatan dan/atau penelusuran kasus Covid-19 dengan kontak langsung pasien dan/ atau orang dengan kasus Covid-19 yang memiliki risiko tertular Covid-19 dengan wilayah kerja di luar Provinsi Jawa Tengah dapat diberikan dispensasi/ prioritas langsung diterima apabila orang tua calon peserta didik masih tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Tengah yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga, dan disertai surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi tempatnya bertugas.
  • Peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.

 

3. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali

  • Jalur PPDB perpindahan tugas orang tua/wali yakni jalur yang disediakan bagi calon peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua/wali yang dibuktikan dengan surat penugasan orang tua/wali.
  • Calon peserta didik pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali yang diterima paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung yang tersedia pada satuan pendidikan.
  • Dalam hal jumlah calon peserta didik pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali tidak mencapai 5% (lima persen), maka sisa kuota dialihkan ke jalur zonasi.
  • Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru yang mendaftar pada satuan pendidikan tempat orang tua/wali bekerja sebagai guru.
  • Peserta didik yang mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali merupakan peserta didik dengan Kartu Keluarga di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.
  • Dalam hal daya tampung untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah. 

4. Jalur prestasi

Jalur PPDB Prestasi adalah jalur PPDB yang menggunakan seleksi prestasi calon peserta didik.

a. Calon peserta didik pada jalur prestasi yang diterima paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung yang tersedia pada satuan pendidikan.

b. Komponen penilaian yang dijadikan dasar dalam penghitungan nilai akhir untuk PPDB SMA jalur Prestasi terdiri:

  • Nilai Rapor Semester I s.d V SMP/MTs atau yang sederajat, yaitu nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Apabila hasil Rapor Semester I s.d V untuk nilai Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA dalam rentang 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) maka nilai dikonversi menjadi rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 10 (sepuluh) hingga 2 (dua) digit di belakang koma.
  • Nilai rapor dimaksud merupakan nilai rata–rata pada aspek kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum 2013, sedangkan untuk satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum 2006 adalah nilai rata-rata pada aspek kompetensi pengetahuan.
  • Nilai Kejuaraan dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis, yaitu kejuaraan yang diselengarakan secara berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang. Nilai kejuaraan diberikan kepada calon peserta didik karena yang bersangkutan memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau non akademik yang diperolehnya pada jenjang pendidikan SMP/MTs atau yang sederajat, dengan ketentuan :

b.1Kejuaraan Berjenjang

Calon peserta didik dengan prestasi Juara I, II, III Internasional dan Juara I Nasional dari kejuaran yang diselenggarakan secara berjenjang langsung diterima.

  1. Bobot nilai prestasi kejuaraan berjenjang dari kejuaraan/lomba/ invitasi/sayembara yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah sesuai kewenangannya di bidang akademik dan/atau non akademik sebagai berikut : 

No

Event/Jenjang

Bobot Nilai

1.

Internasional

 

a.

Juara I

Langsung diterima

b.

Juara II

Langsung diterima

c.

Juara III

Langsung diterima

             

2.

Nasional

 

a.

Juara I

Langsung diterima

b.

Juara II

5,00

c.

Juara III

4,00

3.

Provinsi

 

a.

Juara I

3,00

b.

Juara II

2,75

c.

Juara III

2,50

4.

Kabupaten/Kota

 

a.

Juara I

2,25

b.

Juara II

2,00

c.

Juara III

1,75

 

 

  1. Tambahan nilai kejuaraan diambil dari prestasi tertinggi yang dimiliki oleh calon peserta didik.
  2. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.
  3. Sertifikat/piagam penghargaan/kejuaraan tidak perlu legalisasi, dan akan dilakukan validasi data sesuai dengan aslinya dengan waktu yang akan diberitahukan sesuai kondisi kedaruratan Covid-19.

 b.2. Kejuaraan Tidak Berjenjang

  1. Kejuaraan tidak berjenjang merupakan kejuaraan/lomba/ invitasi/ sayembara selain yang tersebut pada jenis-jenis kejuaraan berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah/ perguruan tinggi/induk olahraga dan instansi/lembaga lain sesuai kewenangannya.
  2. Kejuaraan tidak berjenjang yang diberi bobot nilai adalah kejuaraan tidak berjenjang tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
  3. Tambahan nilai kejuaraan diambil dari prestasi tertinggi yang dimiliki oleh calon peserta didik
  4. Bobot nilai kejuaraan tidak berjenjang sebagai berikut :

No

Event/Jenjang

Bobot Nilai

1.

Internasional

 

a.

Juara I

3,00

b.

Juara II

2,75

c.

Juara III

2,50

2.

Nasional

 

a.

Juara I

2,25

b.

Juara II

2,00

c.

Juara III

1,75

             

3.

Provinsi

 

a.

Juara I

1,5

b.

Juara II

1,25

c.

Juara III

1,00

  1. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.
  2. Sertifikat/piagam penghargaan/kejuaraan tidak perlu legalisasi, dan akan dilakukan validasi data sesuai dengan aslinya dengan waktu yang akan diberitahukan sesuai kondisi kedaruratan Covid-19.

 4) Point zonasi, yaitu tambahan nilai sebesar 2,25 (dua koma dua lima) diberikan kepada calon peserta didik di dalam zonasi jika mendaftar pada jalur prestasi dalam wilayah zonasi.

C. JENIS-JENIS KEJUARAAN

Jenis-jenis kejuaraan yang diberikan bobot nilai diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis kejuaraan, yakni kejuaraan berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang sebagai berikut :

  1. Kejuaraan Berjenjang
  2. Tingkat Nasional
  • Olimpiade Sains Nasional (OSN)/KSN
  • Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN)
  • Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Khusus kelompok festival maka penampil atau penyaji terbaik disetarakan sebagai peringkat I
  • Gala Siswa Indonesia
  • Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)
  • Olimpiade Penelitian Siswa Nasional (OPSI)
  • Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional
  • Kuis Kihajar
  • Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA)
  • Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (POPNAS)
  • Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA)
  • Pekan Olahraga         dan      Seni     Antar   Pondok            Pesantren         Nasional (POSPENAS)
  • Pekan Olahraga Daerah (POPDA)
  • Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)
  • Kejuaraan Nasional Pra-PON
  • Pekan Olahraga Nasional (PON)
  • Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA)
  • Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS)
  • Pekan Olahraga Pelajar Daerah - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)
  • Pekan Olahraga Pelajar Nasional - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)
  • Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI)
  • MTQ Pelajar
  • Kompetisi Sains Madrasah (KSM)
  • Kompetisi Robotik Madrasah
  • Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI)
  • Lomba Tingkat (LT) Pramuka Penggalang

 Tingkat Internasional

  • International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)
  • International Olynpiad In Informatics (IOI)
  • International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO)
  • International Physics Olympiad (IPhO)
  • International Chemistry Olympiad (IChO)
  • International Biology Olympiad (IBO)
  • International Geography Olympiad (IGeO)
  • Asean Skill Competition (ASC)
  • Asean School Games
  • International Chemistry Olympiad (IChO)
  • International Biology Olympiad (IBO)
  • International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)
  • International Olympiad in Informatics (IOI)
  • The Asia Pasific Informatic Olympiad (APIO)
  • International Junior Science Olympiad (IJSO)
  • International Mathematics Competition (IMC)
  • The Couple Internationale De Kayl (Karate)
  • Training and Development for Footballer and Trainer

Kejuaraan Tidak Berjenjang

Kejuaraaan tidak berjenjang merupakan kejuaraan/lomba/invitasi/sayembara selain yang tersebut pada angka 1, yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah/perguruan tinggi/induk olahraga dan instansi/lembaga lain sesuai kewenangannya, dengan kriteria : a. Tingkat Provinsi

  • Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;
  • Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.
  • Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.
  • Memiliki bukti    dokumentasi    pelaksanaan     kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.
  1. Tingkat Nasional
    • Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;
    • Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah provinsi di Indonesia.
    • Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.
    • Memiliki bukti    dokumentasi    pelaksanaan     kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.
  2. Tingkat Internasional
    • Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;
    • Kepesertaan sekurang-kurangnya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara.
    • Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.
    • Memiliki bukti    dokumentasi    pelaksanaan     kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.

 

D. PEMINATAN

  1. Peminatan pada SMA dan SMK berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah.
  2. Peminatan memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap dan kompetensi pengetahuan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik.
  3. Peminatan pada SMA Negeri 2 Brebes terdiri atas:
    1. Peminatan Matematika dan IPA;
    2. Peminatan IPS; dan
    3. Peminatan Bahasa dan Budaya.
  4. Penentuan peminatan SMA didasarkan pada daya tampung, pilihan peminatan, dan perhitungan nilai rapor yang memiliki korelasi dalam mendukung proses pembelajaran siswa yang bersangkutan dengan mempertimbangkan pilihan peminatan calon peserta didik.
  5. Pembobotan nilai rapor adalah sebagai berikut: 

No

Mata Pelajaran

            Jurusan

MIPA

IPS

1

IPA

5

2

2

Matematika

5

5

3

B Inggris

3

4

4

B Indonesia

2

4

 Penentuan peminatan SMA dilakukan oleh calon peserta didik selama masa pendaftaran, namun penetapannya akan disesuaikan dengan daya tampung pada masing-masing peminatan berdasarkan nilai pembobotan peminatan. 

E. PERUBAHAN PILIHAN

  1. Selama masa pendaftaran, calon peserta didik SMK Negeri dapat mengubah pilihan ke SMA Negeri pada jalur zonasi atau prestasi, dan calon peserta didik SMA Negeri dapat mengubah pilihan ke SMK Negeri. 
  1. Pindah pilihan sebagaimana tersebut angka 1, bagi calon peserta didik dari SMA Negeri yang pindah ke SMK Negeri dan/atau sebaliknya diwajibkan melakukan pembatalan pendaftaran pada SMA dan/atau sebaliknya. 

F. DAYA TAMPUNG

Pendaftar adalah siswa SMP / Mts di dalam zona dan luar zona. Daya tampung SMA Negeri 2 Brebes adalah 408 Peserta didk meliputi Progam Peminatan MIPA 272 Peserta didik dan Program peminatan IPS 136 Peserta didik

G. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

             Penyelenggaraan PPDB SMA Negeri 2 Brebes dilaksanakan dengan cara online dirumah masing-masing peserta didik dengan membuka Website resmi PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan alamat : https://ppdb.jatengprov.go.id/. Adapun untuk pelaksanan daftar ulang yang menuntut verifikasi dokumen akan ditentukan disesuaikan dengan kondisi Pandemi covid-19. 

H.PERSYARATAN PPDB

Kelengkapan administrasi yang harus dipersiapkan oleh calon peserta didik SMA yang akan divalidasi pada saat daftar ulang :

a. Jalur Zonasi

  • Buku Rapor SMP/sederajat.
  • Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan SMP.
  • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2020/2021, dan belum menikah;
  • Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB atau dapat diganti dengan Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa calon peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili;
  • Bagi calon peserta didik dari pondok pesantren menggunakan surat keterangan bahwa pondok pesantren terdaftar pada Educational Management Islamic System (EMIS) yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota serta Surat Keterangan telah mukim sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun di pondok pesantren.
  • Bagi calon peserta didik dari Panti Asuhan/Sosial yang dikelola oleh Pemerintah menggunakan surat keterangan kelayan dari lembaga pengelola panti Asuhan/Sosial, sedangkan calon peserta didik dari Panti Asuhan/Sosial yang dikelola oleh masyarakat harus telah berbadan hukum.

 b. Jalur Afirmasi

  • Buku Rapor SMP/sederajat.
  • Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat;
  • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2020/2021, dan belum menikah;
  • Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahunsebelum tanggal pendaftaran PPDB atau dapat diganti dengan Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa calon peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili;
  • Terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan/atau menyertakan bukti keikutsertaan dalam program penanganan kemiskinan dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah (KIP, PKH, dan bukti lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah), data bersumber dari Kementerian Sosial RI dan/atau Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
  • Calon peserta didik yang berasal dari panti asuhan ditetapkan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
  • Terdaftar dalam hasil pendataan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang diterbitkan oleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
  • Surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yang bersangkutan khusus bagi calon peserta didik yang merupakan putera/ puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya dengan wilayah kerja di luar Provinsi Jawa Tengah, dan masih tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Tengah.

 3. Jalur Perpindahan Orang Tua

  • Buku Rapor SMP/sederajat.
  • Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat.
  • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2020/2021, dan belum menikah.
  • Surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.
  • Calon peserta didik yang merupakan anak guru dibuktikan dengan Surat Pernyataan dari Kepala Sekolah yang bersangkutan dilampiri Surat Keputusan/ Penugasan dari pejabat yang berwenang.
  • Kartu Keluarga di luar zonasi.
  • Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa orang tua calon peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili di wilayah tersebut terhitung setelah tanggal penugasan.

 4. Jalur Prestasi

  • Buku Rapor SMP/sederajat.
  • Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
  • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat.
  • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2020/2021, dan belum menikah.
  • Kartu Keluarga yang masih berlaku.
  • Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan, yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. 

I. TATA CARA PENDAFTARAN

  1. Membuka situs PPDB Daring dengan alamat http://ppdb.jatengprov.go.id.
  2. Mengisi dan mengupload Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen dapat didownload ( https://bit.ly/SuratpernyataanKeaslianDokumen ).
  3. Melakukan Registrasi akun dan verifikasi pendaftaran mandiri di sistem aplikasi PPDB.
  4. Menginput data pribadi sesuai alur dalam sistem aplikasi PPDB.
  5. Mengunggah Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen.
  6. Mengunggah Surat Keterangan Nilai Raport Semester 1 s.d V
  7. Mengunggah Piagam Prestasi Penghargaan bagi calon peserta didik yang memilih Jalur Prestasi atau calon peserta didik yang memiliki Piagam Prestasi. Apabila Calon Peserta Didik memeiliki Piagam Prestasi Penghargaan lebih dari I (satu) maka Piagam Prestasi Pengharagan yang diunggah dimaksud adalah Piagam Prestasi Penghargaan dengan bobot nilai tertinggi.
  8. Mengunggah surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yang bersangkutan, khusus bagi calon peserta didik yang merupakan putera/ puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya dengan wilayah kerja di luar Provinsi Jawa Tengah.
  9. Calon peserta didik menyatakan diri bersedia atau tidak bersedia disalurkan pada jalur zonasi.
  10. Calon Peserta didik harus memenuhi keseluruhan tahapan dan Input data  yang diperlukan dalam sistem aplikasi PPDB, dan apabila Calon Peserta didik telah menginput data yang diperlukanl dipersyaratkan maka akan  memperoleh nomor pendaftaran.

J. PILIHAN PENDAFTARAN

  1. SMA Negeri
    1. Calon peserta didik dapat memilih I (satu) jalur pendaftaran PPDB pada jalur zonasi atau afirmasi atau prestasi dalam wilayah zonasinya.

    2. Calon peserta didik dapat mendaftar pada jalur zonasi dengan memilih sebanyak-banyaknya  3 (tiga) satuan pendidikan dalam I (satu) wilayah zonasinya.

    3. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalw zonasi, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi di luar zonasinya masing-masing pada I (satu) Satuan Pendidikan.

    4. Calon peserta didik SMA Negeri yang mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali hanya dapat mendaftar pada I (satu) satuan pendidikan di luar zonasinya.

    5. Calon peserta didik SMA Negeri dapat mengubah pilihan satuan pendidikan dan jalur selama masa pendaftaran, keeuali Jalur Perpindahan Orang Tua/Wali.

K. SELEKSI, NILAI AKHIR, DAN DAFTAR ULANG

 A. SELEKSI

  1. Seleksi PPDB SMA dengan ketentuan:
    1. Jalur Zonasi
      • Seleksi dilakukan dengan :
        1. jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah;
        2. usia yang paling tinggi calon peserta didik;
        3. nilai prestasi.
      • Calon peserta didik baru yang melakukan pendaftaran melalui jalur zonasi, afirmasi luar zona dan prestasi luar zona dan dinyatakan diterima pada lebih dari satu jalur, maka prioritas diterimanya adalah : a) jalur zonasi,jalur afirmasi, dan jalur prestasi.

              2. Seleksi Jalur Afirmasi diprioritaskan :

1). Apabila jumlah calon peserta didik yang berasal dari putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menanggani langsung pasien Covid 19 dengan kontak langsung pasisendan /atau orang dengan kasus Covid 19 yang memiliki resiko tertular Covid 19 melebihi batas 5 % dari jumlah daya tampyung sekolah pada jlaur PPDB Afirmasi maka ditentukan berdasarkan urutan prioritas :

a. Jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah pilihan di ukur dengan jarak tempat kedudukan kantor kelurtahan calon peserta didik yang bersangkutan tinggal ke satuan pendidikan pilihan

b. usia yang paling tinggi calon peserta didik yang lebih tua berdasarkan akta kelahiran atau surat keterangan lahir dan

c. nilai prestasi.

2) Apabila jumlah calon peserta didik yagn berasal dari keluarga miskin dan anak panti asuhan melebihi jumlah  daya tampung satuan pendidikan setelah dikurangi dengan jum lah calon peserta dididk yang merupakan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menanggani langsung pasien Covid 19, melakikan pengamaytan dan/atau penelusuran kasus Covid19 dengan kontak langsung pasien dan /orang dengan kasus Covid 19 yang memiliki resiko tertular Covid 19 maka ditentukan berdasarkan prioritas

a. Jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah pilihan di ukur dengan jarak tempat kedudukan kantor kelurtahan calon peserta didik yang bersangkutan tinggal ke satuan pendidikan pilihan

b.usia yang paling tinggi calon peserta didik yang lebih tua berdasarkan akta kelahiran atau surat keterangan lahir dan

c. nilai prestasi.

 

laur afirmasi 

            3. Seleksi jalur perpindahan tugas orangtua/wali diprioritaskan :

  • jarak tempat tinggal/domisili terdekat ke sekolah;
  • usia yang paling tinggi calon peserta didik;
  • nilai prestasi.

          4. Seleksi jalur prestasi diprioritaskan :

    • nilai rapor semester I s.d V SMP/MTs sederajat ditambah bobot nilai kejuaraan dan/atau poin zonasi;
    • usia yang paling tinggi calon peserta didik;

 L. KONVERSI AKREDITASI

Penghitungan nilai rapor pada jalur prestasi SMA dan seleksi SMK mepertimbangkan akreditasi sekolah dengan konversi yang ditetapkan  sebagai berikut :

  1. Akreditasi A : 1,0
  2. Akreditasi B : 0,9
  3. Akreditasi C : 0,8
  4. Tidak Terakreditasi : 0,7

M.NILAI AKHIR

Penetapan nilai akhir dilakukan setelah keseluruhan proses dilaksanakan, dan merupakan akumulasi dari komponen penilaian. 

  1. Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada SMA Jalur Prestasi meliputi:
    • Jumlah Nilai Rapor (NR) semester I s.d V SMP/MTs atau yang sederajat;
    • Nilai Kejuaraan (NK);
    • Point Zonasi (PZ)
  2. Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus :                    NA = (NR x Nilai Akreditasi)  + NK+ PZ

O. SANKSI

  1. Bagi Peserta Didik yang diterima
    1. Apabila pada saat melakukan pendaftaran calon peserta didik baru diduga memberikan data palsu/tidak benar, maka akan dilakukan penelusuran/ verifikasi oleh satuan pendidikan, dan apabila terbukti maka peserta didik yang bersangkutan akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari satuan pendidikan, meskipun yang bersangkutan diterima dalam proses seleksi.

    2. Sanksi sebagaimana tersebut huruf a, diberikan berdasarkan hasil evaluasi sekolah bersama dengan Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

P. PENETAPAN DAN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

  1. Penetapan Hasil Seleksi
    1. Penetapan peserta didik yang diterima oleh satuan pendidikan dilakukan setelah proses seleksi selesai dilaksanakan.
    2. Penetapan sebagaimana dimaksud pada huruf a dilaksanakan oleh pengelola satuan pendidikan dan diumumkan kepada masyarakat yang dikoordinasikan oleh Dinas.
    3. Apabila berdasarkan hasil seleksi PPDB, Sekolah memiliki jumlah calon peserta didik yang melebihi daya tampung, maka disalurkan ke Sekolah lain yang belum terpenuhi daya tampungnya dalam wilayah zonasinya.

     2.Pengumuman Hasil Seleksi

    1. Penetapan hasil seleksi peserta didik yang diterima, diberitahukan melalui pengumuman secara jelas dan terbuka oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
    2. Pengumuman penetapan hasil seleksi satuan pendidikan dilaksanakan secara terbuka melalui internet dan papan pengumuman pada satuan pendidikan.
    3. Pengumuman penetapan hasil seleksi satuan pendidikan, berisi tentang: nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, keterangan zonasi, Nilai Rapor, Nilai Prestasi, jumlah nilai, dan peringkat hasil seleksi pada satuan pendidikan.

 Q. DAFTAR ULANG

  1. Peserta didik yang diterima di satuan pendidikan wajib melakukan daftar ulang, dan bagi yang tidak melakukan daftar ulang dianggap mengundurkan diri dan tidak dapat mengikuti tahap penyaluran. 
  2. Persyaratan daftar ulang bagi calon peserta didik yang dinyatakan diterima adalah keseluruhan dokumen yang dipergunakan oleh Calon peserta didik pada saat melakukan pendaftaran secara daring sesuai dengan jalur yang dipilihnya dan dokumen lain yang dipersyaratkan oleh sekolah.

  3. Pada saat pelaksanaan dallar ulang dimakzud, keseluruhan dokumen akan diverifikasi oleh sahran pendidikan masing-masing, dan calon peserta didik membawa dokumen asli serta menyerahkan copy dokumen kepada sekolah"

  4. Ketentuan dan tata cara daftar ulang akan diatur lebih lanjut oleh satuan pendidikan masing-masing berdasarkan kondisi kedaruratan Covid- I 9, dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan, antara lain :.

    1. Setiap satuan pendidikan wajib menyusun jadwal pelaksanaan daftar ulang untuk menghindari potensi terjadinya kerumunan/penumpukan orang.

    2. Satuan pendidikan meyediakan sarana prasarana pemenuhan standar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-l9, dan melakukan antisipasi penataan ruang unfuk pelaksanaan daftar ulang, dengan memperhatikan jarak tempat duduk sesuai yang direkomendasikan dalam protokol kesehatan Covid- 1 9.

    3. Semua yang memasuki lingkungan sekolah harus mengenakan masker, menghindari jabat tangan, dan dipastikan ada pefugas yang mengingatkan untuk melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan atau handsanitizer.

    4. Pelaksanaan daftar ulang harus dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk menghindari kontak fisik yang semakin panjang.

    5. Lain-lain pengaturau yang dapat dikembangkau oleh masfug-rnasing satuan pendidikan, yang diarahkan untuk mcnjamin pelaksanaan daftar ulang tidak bertentangan dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-l9, dan/atau ketentuan lain yang berlaku.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Dani Rumdani, S.Pd., M.Pd.

Asalamualaikum Wr.Wb Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat taufik dan Hidayahnya kepada kita sehingga…

Selengkapnya

TAUTAN